HARI ini Ahad, 3 Agustus 2008, Ryan dan Wawan dilepas oleh segenap keluarga besar Ar-Rahmat. Doa dari teman-teman dan Ustadz-ustadz mengiringi keberangkatan mereka berdua. Tampak kebahagiaan menyelimuti teman-teman yang di tinggalkan. dan mereka berdua pun juga semakin mantap perjalanan mereka, setelah hari jumat lalu dipamitkan ke Pak Bupati. hari ini semakin lengkap setelah pamitan juga ke Gus Huda sebagai Pengasuh Pondok.
Seperti yang ku ceritakan kemarin, mereka berdua akan berlaga di Makassar untuk OSN.
Hari ini mereka harus berangkat ke Surabaya untuk menjalani TC yang diselenggarakan oleh dinas P dan K Jatim. rencananya mulai hari ini sampai tanggal 7 Agustus. dan tanggal 8 8 (jumat) bertolak ke makassar.
Berangkat dari pondok sekitar pukul 7.30 pagi dengan driver setia Ust. Insan kami kemudian mampir di sekitar Baureno untuk sarapan. Nasib kurang beruntung lagi-lagi kami alami. Untuk yang kedua kalinya, mobil kami power windownya rusak. jadi jendela tidak bisa ditutup total. akibatnya panas tidak dapat di elakkan. dulu juga pernah hal demikian terjadi, kemudian kami service kan di Lamongan. Lha sekarang kami dalam kondisi terburu-buru, takutnya ketinggalan agenda acara, soalnya agenda yang ditulis di undangan dari Dinas P dan K adalah jam 10. Kalau kami harus mampir bengkel, jelas kami akan ketinggalan.
Akhirnya Bojonegoro-Surabaya dengan jendela terbuka. tetapi, walau demikian untuk mengurangi panas Surabaya, ustad insan tetap saja menyalakan AC-nya walaupun jendela terbuka. lumayan mengurangi panas.
Sesampainya di Asrama Haji, ternyata tidak ada acara yang serius. hanya check in saja. kemudian istirahat. Sial ke dua, foto yang terbawa hanya fotonya wawan, fotonya ryan tertinggal di kamar. hhhhh…..!!!! ada aja. untungnya foto bisa menyusul nanti ketika sebelum berangkat. dan itu artinya bisa kutitipkan ke orang tua mereka nanti ketika mau menjenguk sebelum keberangkatan mereka ke makassar.
Aku dan Ustad insan kemudian mencari bengkel untuk servis power window. akhirnya kami berdua menemukan Manyar Auto Service. Lumayan besar dan bengkel “beneran” . Setelah selesai benahin PW, kami berdua mampir ke toko buku manyar yang berseberangan jalan agak jauh dari bengkel tadi. Lumayan hari ini memborong buku agak banyak. tapi ya murah-murah. 3 buku kuliahan tulisannya Prof. Gembong, 1 buku tipis identifikasi serangga, 2 jilid buku tentang Islam tulisannya Prof Harun Nasution, 1 Novel Winnetou I karya Karl May, dan 1 buku untuk hadiah santri of the month bulan Juli. Total bayar dikasir 195 ribu. murahkan. relatif!.
Ketika pulang, nyampai dipasar Babat, dari arah timur jalan tiba-tiba sepeda motor memotong kami yang sedang melaju sedang, sontak kami kaget dengan rem ustad insan yang mendadak, ditambah lagi sepeda motor yang ternyata berpengendara laki-laki tua itu ikut-ikutan nge rem sepeda motornya tapat di depan moncong mobil kijang kami. tepat posisi menyilang 90 derajat. Untung tidak terjadi apa-apa. sementara di seberang jalan, beberapa orang yang tahu kronologi kejadian itu mengumpat orang tua yang naik sepeda motor tadi. kami berdua hanya diam dan mengelus dada.
Dari kekurang beruntungan mulai dari power window sampai mau menabrak orang tua yang kami lalui hari ini, semua sudah terancang dengan baik. dan terlaksana dengan baik. maka jika aku harus terus menyalahkan dan menggerutu kepada orang tua yang mau menyeberangkan sepeda motornya dengan memotong mobil kami, maka itu semua adalah kebodohan dan kesia-siaan, bahkan mungkin adalah sebuah bentuk kekafiran kecil yang akan menjadi penyakit hati. maka aku terima sebagai sebuah takdir yang pasti jika aku pandai mengambil pelajaran, aku akan jauh lebih baik dari kemarin.
Amin.
Label: kehidupan pondok
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:
Posting Komentar